AD (728x90)

  • 2793 Pine St

    2793 Pine St

    Nulla facilisi. Cras blandit elit sit amet eros sodales, non accumsan neque mollis. Nullam tempor sapien tellus, sit amet posuere ante porta quis. Nunc semper leo diam, vitae imperdiet mauris suscipit et. Maecenas ut neque lectus. Duis et ipsum nec felis elementum pulvi...

  • 1100 Broderick St

    1100 Broderick St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus ...

  • 868 Turk St

    868 Turk St

    Nulla facilisi. Phasellus ac enim elit. Cras at lobortis dui. Nunc consequat erat lacus, a volutpat nisi sodales vitae. Phasellus pharetra at nulla in egestas. Vestibulum sit amet tortor sit amet diam placerat tincidunt sit amet eget lorem. Phasellus posuere posuere fel...

  • 420 Fell St

    420 Fell St

    Sed at vehicula magna, sed vulputate ipsum. Maecenas fringilla, leo et auctor consequat, lacus nulla iaculis eros, at ultrices erat libero quis ante. Praesent in neque est. Cras quis ultricies nisi, vitae laoreet nisi. Nunc a orci at velit sodales mollis ac ac ipsum. Na...

Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 September 2013

Pengumbar Nafsu



di balik temaram peluk malam
di sapu desir angin semilir
riuh ramai binatang bersorai
berselimut tebal dingin kabut

desah rintih menggelora
bersahut saling pagut
nafas memburu mulut ternganga
meliuk lepas bergerak bebas

di tubuh mu kau sebar aroma
di senyum mu kau jerat jiwa
di matamu kau hunjam pesona
desah nafas mu penuh gelora

wahai wanita jalang yang meradang
kau basuh tubuh dengan peluh
kau memburu kau memacu
meliuk lambai gelora nafsu

mendekap erat dalam pesona
merajam redam jiwa padam
mengumbar nafsu dalam gebu
tertawa terlena dalam nafas gelora

Aku



hanya ada aku
kelu tegak membeku
kaku menatap laku
bisu melenggang ragu

lusuh berkabut debu
memandang sikap tabu
berjalan jembatan semu
menyibak kabut kalbu

menahan ragu terpaku
gelak tertawa meski sendu
merangkak tertatih melaju
nanar pandang tertuju

luruh gejolak berderu
limbung kata tak tentu
tak jemu kata menunggu
hanya ada aku

tersekat jerat beku
menantang jarak berliku
kaku di terjang ragu
di ujung jalan berbatu

pekak gemuruh menderu
tertatih berlalu
dalam hening dan ragu
hanya ada aku

Dunia Sudah Tua Kawan


dunia sudah tua kawan
dunia sudah renta
dunia semakin gemerlap
dunia semakin hingar

terlena kita kawan
terlupa saling menerjang
saling menikam sesama
menerkam tanpa pandang

dunia sudah tua kawan
semakin melenakan dalam gemuruh
melupakan dengan tabuh
merayu dalam gemuruh

dunia sudah tua kawan
alam pun bergemuruh
perut bumi bergelegak
lautan bergolak pekak

hujan tak lagi segar
angin tak lagi sejuk
hutan tak lagi hijau
sungai tak lagi bening

angin berhembus kencang merusak
air mengalir santun merobohkan
tak ada lagi kedamaian
dunia sudah tua kawan

Teriakan Sang Neraka


hai manusia……..!!!
akulah rumah untuk manusia yang ingkar

akulah rumah untuk para pezina
akulah rumah untuk kalian para pendosa
-
hai manusia……..!!!
tahukah kalian betapa panas api ku?
tahukah kalian betapa mendidih sumber air ku?
tahukah kalian tak lezatnya buah zaqum ku?
-
hai manusia……..!!!
sombong kalian melangkah di dunia ini
congkak kalian tak mau patuh pada Robb mu
angkuh kalian tak mau bersujud dan bersimpuh
-
hai manusia……..!!!
kalian begitu suka berbuat dosa
kalian begitu senang berpesta pora
kalian begitu bangga berbuat zina
-
hai manusia……..!!!
akulah sang neraka !!!!
diciptakan untuk membakar kalian yang pendosa
sesal kalian tak akan lagi berguna
-
hai manusia……..!!!
usus kalian akan putus saat minum air ku
tubuh kalian akan hangus di lahap api ku
jeritan kalian tak akan membuat ku sendu
-
hai manusia……..!!!
tempat ku begitu luas
cukup untuk menelan kalian semua
dan kalian akan kekal di dalam ku



Jumat, 06 September 2013

Sepenggal Doa Untuk Ibu


ibu…..
maafkan anak mu yang tak bisa berbakti
maafkan anak mu yang tak bisa membahagiakan mu
maafkan anak mu yang belum sempat membalas budi mu

ibu……..
sekarang hanya tinggal kenangan mu
hanya teronggok pusara tempat istirahat mu
hanya nasehat mu yang masih aku miliki

ibu…
hanya doa yang bisa aku persembahkan untuk mu
semoga engkau bahagia di sisi Nya
semoga engkau tersenyum di sana

ibu…..
di sajadah usang ini anak mu bersimpuh
derai air mata yang mengucur pelan tapi pasti
menengadahkan tangan meminta kepada Nya

ibu…….
hanya lantunan ayat suci ini yang aku persembahkan
agar tangan malaikat tak mampu menyiksa mu di sana
agar engkau aman dari segala siksa
ibu, anak mu rindu belai lembut tangan mu

Jeritan Rakyat Pinggiran



Wajah lusuh ...
Jiwa nan setia ...
Menjalani hidup tahan rintangan ...
Hidup jauh dari kelap kelip pahitnya metropolitan
kucuran keringat menjadi sahabat
Benaknya yang penuh tanya 
Apa ini takdir ya Tuhanku ?
Hanya iman yang teguh membuatnya bangkit ...
Untuk mendapat setitik kebahagian duniawi ...
Tak ada kata penat
Terhempas, terinjak, terpinggirkan
 
Inilah kami ...
Orang pinggiran ...
Karya : Ari Heriyanto

Cinta Yang Tersesat

merayu dengan seribu kata rindu
memeluk dengan seulas senyum kalbu
memagut seperti ular dalam kabut
mengerang bak singa yang terluka
-
kata cinta tak lagi bermakna
hanya ada keinginan dahaga sukma
tak ada lagi bayangan neraka yang membara
tertinggal hanya gelora hasrat dalam dada
-
meliuk melenguh menggetarkan sukma
cinta hanya samar kata dalam canda
hanya tipuan bibir yang merona
hanya bualan dari hati yang durjana
-
atas nama cinta mereka berdusta
hanya untuk birahi semata
atas nama cinta mereka terlena
dalam dosa dan jalan ke neraka
-
rindu menggayut hanya ingin berpagut
asmara menggelora hanya untuk nafsu belaka
cinta hanya menjadi kedok dan topeng semata
atas nama cinta yang tersesat

Geliat Noda Dan Dosa

Aku telanjang di antara rimbun dedaunan
meliuk dalam rimbunnya keinginan
bersenggama dengan hayal jiwa
terengah dalam buaian madu dunia

ooohhh malam yang telanjang
dalam pelukan temaram sang dewi malam
berselimutkan kabut yang menusuk tulang
bersama tetes keringat si angin malam

tersungkur aku di tengah gelap malam
luruh dalam tangis keindahan
terduduk diantara lembah kenistaan
terlena dalam erotisme keduniaan

neraka terbayang menganga di depan mata
bergejolak dengan api yang membara
bergemuruh teriakan hampa manusia
mengerang sakit menahan siksa

tubuhku lunglai layu dalam gelap malam
ternoda oleh dosa yang sebesar jagad raya
disetubuhi oleh keinginan akan dunia
dilenakan oleh kenikmatan dalam dekapan

Rabu, 04 September 2013

PUTERI MIMPI



melenggang indah meliuk 
di balik balutan busana yang indah
seulas senyuman yang manis
kerling mata bening yang hening

berbalut busana syurga yang mempesona
berlari di antara para bidadari
berembunyi di balik tirai sutera
bergumam kumandang kalimat hati

seorang puteri mimpi yang begitu tersembunyi
keindahannya bukan untuk setiap mata
hanya untuk sang belahan jiwa
bersembunyi menanti pangeran hati

dunia pun tertunduk kepadanya
rembulan iri dan sembunyi
matahari menyinarinya dengan hangat
dan mendungpun memayungi setiap langkahnya

oh puteri penghuni syurga
engkau idaman setiap pria
namun tak semua mampu meraih mu
bukan sembarang pria yang dapat menyunting mu

Jumat, 30 Agustus 2013

Puisi Jalanan

tak mampu merangkai kata yang indah
tak juga mampu menuangkan kata mesra
tak mampu merajut kata sejuta makna
ini hanya puisi jalanan

terlahir dari jiwa kering tanpa isi
tertulis dari kata lara dalam dada
tertoreh dari luka yang menganga
terbersit dari hati yang sepi

ini hanya puisi jalanan
yang tak ada makna atau harga
hanya sekejab lalu di buang
seperti sampah di pinggir jalan

© 2013 Puisi Jalanan. All rights resevered. Designed by Templateism