Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 September 2013
Posted By:
Unknown
Pengumbar Nafsu
di balik temaram peluk malam
di sapu desir angin semilir
riuh ramai binatang bersorai
berselimut tebal dingin kabut
desah rintih menggelora
bersahut saling pagut
nafas memburu mulut ternganga
meliuk lepas bergerak bebas
di tubuh mu kau sebar aroma
di senyum mu kau jerat jiwa
di matamu kau hunjam pesona
desah nafas mu penuh gelora
wahai wanita jalang yang meradang
kau basuh tubuh dengan peluh
kau memburu kau memacu
meliuk lambai gelora nafsu
mendekap erat dalam pesona
merajam redam jiwa padam
mengumbar nafsu dalam gebu
tertawa terlena dalam nafas gelora
Posted By:
Unknown
Aku
hanya ada aku
kelu tegak membeku
kaku menatap laku
bisu melenggang ragu
lusuh berkabut debu
memandang sikap tabu
berjalan jembatan semu
menyibak kabut kalbu
menahan ragu terpaku
gelak tertawa meski sendu
merangkak tertatih melaju
nanar pandang tertuju
luruh gejolak berderu
limbung kata tak tentu
tak jemu kata menunggu
hanya ada aku
tersekat jerat beku
menantang jarak berliku
kaku di terjang ragu
di ujung jalan berbatu
pekak gemuruh menderu
tertatih berlalu
dalam hening dan ragu
hanya ada aku
Posted By:
Unknown
Dunia Sudah Tua Kawan
dunia sudah tua kawan
dunia sudah renta
dunia semakin gemerlap
dunia semakin hingar
terlena kita kawan
terlupa saling menerjang
saling menikam sesama
menerkam tanpa pandang
dunia sudah tua kawan
semakin melenakan dalam gemuruh
melupakan dengan tabuh
merayu dalam gemuruh
dunia sudah tua kawan
alam pun bergemuruh
perut bumi bergelegak
lautan bergolak pekak
hujan tak lagi segar
angin tak lagi sejuk
hutan tak lagi hijau
sungai tak lagi bening
angin berhembus kencang merusak
air mengalir santun merobohkan
tak ada lagi kedamaian
dunia sudah tua kawan
Posted By:
Unknown
Teriakan Sang Neraka
hai manusia……..!!!
akulah rumah untuk manusia yang ingkar
akulah rumah untuk para pezina
akulah rumah untuk kalian para pendosa
-
hai manusia……..!!!
tahukah kalian betapa panas api ku?
tahukah kalian betapa mendidih sumber air ku?
tahukah kalian tak lezatnya buah zaqum ku?
-
hai manusia……..!!!
sombong kalian melangkah di dunia ini
congkak kalian tak mau patuh pada Robb mu
angkuh kalian tak mau bersujud dan bersimpuh
-
hai manusia……..!!!
kalian begitu suka berbuat dosa
kalian begitu senang berpesta pora
kalian begitu bangga berbuat zina
-
hai manusia……..!!!
akulah sang neraka !!!!
diciptakan untuk membakar kalian yang pendosa
sesal kalian tak akan lagi berguna
-
hai manusia……..!!!
usus kalian akan putus saat minum air ku
tubuh kalian akan hangus di lahap api ku
jeritan kalian tak akan membuat ku sendu
-
hai manusia……..!!!
tempat ku begitu luas
cukup untuk menelan kalian semua
dan kalian akan kekal di dalam ku
Jumat, 06 September 2013
Posted By:
Unknown
Sepenggal Doa Untuk Ibu
ibu…..
maafkan anak mu yang tak bisa berbakti
maafkan anak mu yang tak bisa membahagiakan mu
maafkan anak mu yang belum sempat membalas budi mu
ibu……..
sekarang hanya tinggal kenangan mu
hanya teronggok pusara tempat istirahat mu
hanya nasehat mu yang masih aku miliki
ibu…
hanya doa yang bisa aku persembahkan untuk mu
semoga engkau bahagia di sisi Nya
semoga engkau tersenyum di sana
ibu…..
di sajadah usang ini anak mu bersimpuh
derai air mata yang mengucur pelan tapi pasti
menengadahkan tangan meminta kepada Nya
ibu…….
hanya lantunan ayat suci ini yang aku persembahkan
agar tangan malaikat tak mampu menyiksa mu di sana
agar engkau aman dari segala siksa
ibu, anak mu rindu belai lembut tangan mu
Posted By:
Unknown
Jeritan Rakyat Pinggiran
Wajah lusuh ...
Jiwa nan setia ...
Menjalani hidup tahan rintangan ...
Hidup jauh dari kelap kelip pahitnya
metropolitan
kucuran keringat menjadi sahabat
Benaknya yang penuh tanya
Apa ini takdir ya Tuhanku ?
Hanya iman yang teguh membuatnya bangkit ...
Untuk mendapat setitik kebahagian duniawi ...
Tak ada kata penat
Terhempas, terinjak, terpinggirkan
Inilah kami ...
Orang pinggiran ...
Karya
: Ari Heriyanto
Posted By:
Unknown
Cinta Yang Tersesat
merayu dengan seribu kata rindu
memeluk dengan seulas senyum kalbu
memagut seperti ular dalam kabut
mengerang bak singa yang terluka
-
kata cinta tak lagi bermakna
hanya ada keinginan dahaga sukma
tak ada lagi bayangan neraka yang membara
tertinggal hanya gelora hasrat dalam dada
-
meliuk melenguh menggetarkan sukma
cinta hanya samar kata dalam canda
hanya tipuan bibir yang merona
hanya bualan dari hati yang durjana
-
atas nama cinta mereka berdusta
hanya untuk birahi semata
atas nama cinta mereka terlena
dalam dosa dan jalan ke neraka
-
rindu menggayut hanya ingin berpagut
asmara menggelora hanya untuk nafsu belaka
cinta hanya menjadi kedok dan topeng semata
atas nama cinta yang tersesat
memeluk dengan seulas senyum kalbu
memagut seperti ular dalam kabut
mengerang bak singa yang terluka
-
kata cinta tak lagi bermakna
hanya ada keinginan dahaga sukma
tak ada lagi bayangan neraka yang membara
tertinggal hanya gelora hasrat dalam dada
-
meliuk melenguh menggetarkan sukma
cinta hanya samar kata dalam canda
hanya tipuan bibir yang merona
hanya bualan dari hati yang durjana
-
atas nama cinta mereka berdusta
hanya untuk birahi semata
atas nama cinta mereka terlena
dalam dosa dan jalan ke neraka
-
rindu menggayut hanya ingin berpagut
asmara menggelora hanya untuk nafsu belaka
cinta hanya menjadi kedok dan topeng semata
atas nama cinta yang tersesat
Posted By:
Unknown
Geliat Noda Dan Dosa
Aku telanjang di antara rimbun dedaunan
meliuk dalam rimbunnya keinginan
bersenggama dengan hayal jiwa
terengah dalam buaian madu dunia
ooohhh malam yang telanjang
dalam pelukan temaram sang dewi malam
berselimutkan kabut yang menusuk tulang
bersama tetes keringat si angin malam
tersungkur aku di tengah gelap malam
luruh dalam tangis keindahan
terduduk diantara lembah kenistaan
terlena dalam erotisme keduniaan
neraka terbayang menganga di depan mata
bergejolak dengan api yang membara
bergemuruh teriakan hampa manusia
mengerang sakit menahan siksa
tubuhku lunglai layu dalam gelap malam
ternoda oleh dosa yang sebesar jagad raya
disetubuhi oleh keinginan akan dunia
dilenakan oleh kenikmatan dalam dekapan
meliuk dalam rimbunnya keinginan
bersenggama dengan hayal jiwa
terengah dalam buaian madu dunia
ooohhh malam yang telanjang
dalam pelukan temaram sang dewi malam
berselimutkan kabut yang menusuk tulang
bersama tetes keringat si angin malam
tersungkur aku di tengah gelap malam
luruh dalam tangis keindahan
terduduk diantara lembah kenistaan
terlena dalam erotisme keduniaan
neraka terbayang menganga di depan mata
bergejolak dengan api yang membara
bergemuruh teriakan hampa manusia
mengerang sakit menahan siksa
tubuhku lunglai layu dalam gelap malam
ternoda oleh dosa yang sebesar jagad raya
disetubuhi oleh keinginan akan dunia
dilenakan oleh kenikmatan dalam dekapan
Rabu, 04 September 2013
Posted By:
Unknown
PUTERI MIMPI
melenggang indah meliuk
di balik balutan busana yang indah
seulas senyuman yang manis
kerling mata bening yang hening
berbalut busana syurga yang mempesona
berlari di antara para bidadari
berembunyi di balik tirai sutera
bergumam kumandang kalimat hati
seorang puteri mimpi yang begitu tersembunyi
keindahannya bukan untuk setiap mata
hanya untuk sang belahan jiwa
bersembunyi menanti pangeran hati
dunia pun tertunduk kepadanya
rembulan iri dan sembunyi
matahari menyinarinya dengan hangat
dan mendungpun memayungi setiap langkahnya
oh puteri penghuni syurga
engkau idaman setiap pria
namun tak semua mampu meraih mu
bukan sembarang pria yang dapat menyunting mu
Jumat, 30 Agustus 2013
Posted By:
Unknown
Puisi Jalanan
tak mampu merangkai kata yang indah
tak juga mampu menuangkan kata mesra
tak mampu merajut kata sejuta makna
ini hanya puisi jalanan
terlahir dari jiwa kering tanpa isi
tertulis dari kata lara dalam dada
tertoreh dari luka yang menganga
terbersit dari hati yang sepi
ini hanya puisi jalanan
yang tak ada makna atau harga
hanya sekejab lalu di buang
seperti sampah di pinggir jalan
tak juga mampu menuangkan kata mesra
tak mampu merajut kata sejuta makna
ini hanya puisi jalanan
terlahir dari jiwa kering tanpa isi
tertulis dari kata lara dalam dada
tertoreh dari luka yang menganga
terbersit dari hati yang sepi
ini hanya puisi jalanan
yang tak ada makna atau harga
hanya sekejab lalu di buang
seperti sampah di pinggir jalan
Langganan:
Postingan (Atom)



